PERBEDAAN PANDANGAN ANTARA MASYARAKAT PANJI PERMAI DAN MASYARAKAT TENGGIR BARAT TERHADAP TRADISI MAMACA

Oktaviana Mayasari, Uqda Afwa Fiddin, Fajar Surya Hutama, Imam Muchtar, Rahayu Rahayu

Abstract


Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan pandangan antara masyarakat Panji Permai dan masyarakat Tenggir Barat terhadap tradisi lisan Mamaca. Sumber data adalah masyarakat Panji Permai dan masyarakat Tenggir Barat, Situbondo. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Tradisi Mamaca adalah salah satu tradisi lisan yang dikenalkan secara turun temurun di Kabupaten Situbondo; (2) Tradisi Mamaca selalu mengiringi acara Rokat (3) Rokat merupakan suatu acara selamatan atau hajatan dalam tradisi keagamaan Islam yang biasanya dilakukan oleh masyarakat Madura sebagai bentuk rasa syukur atas karunia serta nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta (4) Mandii adalah salah satu rangkaian acara Mamaca yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat; (5) Tradisi Mamaca sebagai tradisi lisan yang telah lama dikenal oleh masyarakat Situbondo ternyata dipandang berbeda oleh masyarakat setempat; (6) Masyarakat Tenggir Barat lebih menjunjung tinggi pelaksanaan tradsi Mamaca dari pada masyarakat Panji Permai; (7) Tempat tinggal mempengaruhi pandangan masyarakat lokal terhadap tradisi Mamaca di Situbondo; (8) Perbedaan pandangan antara masayarakat Panji Permai dengan masyarakat Tenggir Barat terhadap pelaksanaan tradisi Mamaca mengancam kelestarian tradisi tersebut.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 THE FKIP E - PROCEEDING