PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI LISTENING AND WRITING EKSPLORATIONSISWA KELAS ATAS SEKOLAH DASAR

Ilma Fajriyah, Laili Rizki Wahyuni

Abstract


Berdasarkan hasil dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2015, Indonesia berada pada peringkat 64 dari 72 negara. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa masih banyak pemuda pemudi Indonesia yang belum terbiasa berpikir kritis. Pada era globalisasi ini, berbagai media informasi dapat dijumpai dengan mudah. Akibatnya, jika suatu informasi tidak ditanggapi dengan berpikir kritis maka tingkat keakuratan suatu informasi dapat memungkinkan untuk mengalami perubahan dari sebuah fakta menjadi sebuah opini ataupun sebaliknya. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan arahan kepada tenaga pendidik agar lebih mengoptimalkan keprofesionalitasnya dengan membiasakan berpikir kritis pada pemuda pemudi Indonesia. Objek pembiasaan berpikir kritis dimulai dari siswa sekolah dasar dengan menggunakan metode listening and writing eksploration. Listening and writing eksploration diberikan pada siswa diluar jam pelajaran, dimana peran soal-soal tersebut hanyalah sebatas hiburan. Soal eksplorasi diberikan sebanyak satu soal perhari. Apabila soal eksplorasi diberikan secara konsisten, maka siswa akan terbiasa berfikir kritis serta mampu dengan cepat memecahkan suatu masalah. Dengan demikian, setelah seorang pendidik berhasil membiasakan siswa berpikir kritis dan menjadikan siswa tersebut berprestasi secara akademik maupun non akademik, maka dapat dikatakan pendidik tersebut telah memenuhi salah satu kriteria menjadi seorang pendidik yang profesional.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 THE FKIP E - PROCEEDING