MAOS (Matematika Bahasa Osing) Sebagai Upaya Mempermudah Pemahaman Siswa SD Pada Pelajaran Matematika

Elfina Ida Aroda, Nur Habibah Ulasari

Abstract


Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh manusia untuk saling berinteraksi antar sesamanya, Indonesia merupakan negara yang memiliki ribuan bahasa daerah, salah satunya adalah Bahasa Osing yang merupakan bahasa daerah asli Banyuwangi. Keberanekaragaman bahasa yang dimiliki negeri ini, mendorong pemerintah menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu untuk memudahkan komunikasi antar suku yang berebeda, selain itu pemerintah juga menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan, yang tercantum dalam UU No. 20 tahun 2003. Penetapan pengunaan bahasa ini sebagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempermudah proses belajar mengajar. Namun, pada kenyataanya banyak siswa yang menyelipkan bahasa pertama (bahasa sehari-hari) dalam proses pembelajaran. Hal ini terjadi karena mereka telah terbiasa mengunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Seperti halnya para siswa yang berada di salah satu satu SD daerah Banyuwangi, mereka sering mengunakan Bahasa Osing ketika proses pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran tentu sering dijumpai kendala-kendala, salah satunya adalah kurang faham atau bahkan tidak sukanya siswa terhadap sebuah pelajaran yang diterangkan oleh guru. Kurang disukainya Matematika oleh siswa mungkin dipengaruhi oleh faktor materi atau proses pembelajarannya (Darhim, 2004 : 4). Hal ini merupakan tugas bagi pendidik untuk meningkatkan kegemaran dan pemahaman siswa terhadap pelajaran Matematika. Perlu adanya inovasi metode baru untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pelajaran Matematika. Masalah ini yang melatar belakangi adanya inovasi tentang MAOS (Matematika Bahasa Osing)dimana inovasi ini merupakan metode baru yang menarik dan interaktif untuk diterapkan dalam pembelajaran Matematikayang ada di SD Banyuwangi. MAOS (Matematika Bahasa Osing) diterapkan mengunakan gaya bahasa yang sering digunakan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memudahkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran serta menarik sisa dalam belajar Matematika. Selain itu penerapan MAOS (Matematika Bahasa Osing)ini juga ditujukan untuk melestarikan kearifan lokal Banyuwangi agar tetap eksis dan tetap di ingat oleh generasi muda seiring dengan perkembangan zaman, untuk selanjutnya diharapkan inovasi ini dapat digunakan referensi bagi berbagai pihak terkait.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 THE FKIP E - PROCEEDING