NILAI-NILAI KEARIFAN BUDAYA LOKAL DALAM UPACARA ADAT SEBLANG DI DESA BAKUNGAN KECAMATAN GLAGAH BANYUWANGI

Dewi Siti Fatimah, Chumi Zahroul Fitriyah

Abstract


Upacara adat Seblang merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat
Suku Using di Desa Bakungan Banyuwangi. Ritual adat masyarakat desa
Bakungan dengan media tari, musik dan syair-syair khas suku Using
Banyuwangi. Upacara adat ini bertujuan sebagai ritual bersih desa agar
desa tetap dalam keadaan aman dan tentram. Ritual adat dalam bentuk tari
ini melambangkan kesakralan, ritual pertemuan dua dunia, sekaligus
sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas karunia yang diberikan oleh
sang pencipta dan juga menjadi permohonan untuk tolak bala. Upacara ini
telah dilakukan turun terumun setiap tahunnya, yang dilaksanakan pada
seminggu setelah hari Raya Idul Adha. Kegiatan ini dianggap sakral oleh
penduduk setempat karena penari Seblang dalam keadaan tidak sadarkan
diri akibat kemasukan unsur kekuatan gaib. Tari Seblang bakungan
ditarikan oleh perempuan tua yang telah mati haid yang merupakan
keturunan dari penari Seblang sebelumnya. Kearifan budaya lokal
merupakan perilaku positif manusia dalam berhubungan dengan alam dan
lingkungan sekitarnya, hal ini dapat bersumber dari nilai-nilai agama, adat
istiadat, petuah nenek-moyang, atau budaya setempat, yang terbangun
secara alamiah dalam suatu komunitas masyarakat untuk beradaptasi
dengan lingkungan di sekitarnya. Peneletian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan cara pelaksanaan tradisi upacara adat Seblang di desa
bakungan, serta untuk mengetahui apa saja nilai-nilai kearifan budaya
lokal dalam upacara adat Seblang. Sumber data penulisan penelitian ini
adalah masyarakat Desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.
Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebelum upacara dimulai, warga
mengarak penari keliling kampung lalu berziarah ke makam leluhur desa,
buyut witri. Selanjutnya arak-arakan bergerak menuju sumber air
penawar, kemudian menyiapkan prosesi Seblang dengan cara
menyuguhkan bermacam syarat. Ritual seblang dimulai seusai magrib.
Ritual ini diawali dengan shalat magrib dan shalat hajat di masjid desa,
lalu dilanjutkan parade obor yang dibawa keliling desa setelah itu warga
menggelar selamatan sambil melafalkan doa. Usai makan bersama, penari
masuk pentas yang ditempatkan di depan balai desa. Setelah dibacakan
mantra dan doa, wanita tua itu langsung tidak sadarkan diri dan menari
dalam keadaan kesurupan. (2) nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam
upacara ritual adat Seblang antara lain adalah nilai kerukunan dan gotong
royong, nilai pendidikan, nilai kesenian, nilai kepedulian, nilai hiburan,
nilai keindahan, dan nilai kekerabatan. Tradisi upacara adat Seblang
Bakungan terus berkembang dan tanpa merubah bentuknya, karena
terdapat makna dan nilai kehidupan dalam upacara adat Seblang, yaitu
nilai sosial dan nilai keagamaan yang dapat dijadikan amanat untuk
menjalani kehidupan.


Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 THE FKIP E - PROCEEDING